Sebenarnya, gw gak ada hal yang penting yang mo gw tulis di sini, cuma gw ktm ama Echie n dia lagi make Laptop, jadi ada internet gratisss... Asyiiikkk...
Tengkyuuu... Echiee...
Sebuah blog yang diperuntukkan menulis pemikiran dan khayalan dari seorang anak manusia, satu dari sekian milyar lainnya...
Thursday, October 05, 2006
Cinta...???
Manusia adalah makhluk dengan tingkat kelembaman tertinggi di dunia. Yup, sebuah statement singkat yang sebenarnya sudah sejak lama gw sadari, tapi entah mengapa baru sekarang terniat untuk turut membaginya. Pendapat itu kayaknya memang terlalu subjektif, belum ada dasar ilmiah yang membuatnya sahih, apalagi menjadikannya valid sebagai kebenaran... Yah, lagi-lagi pengalaman subjektiflah yang menjadi nara sumber...
Baru saja gw melakukan hobi gw (yang termasuk belum lama ini gw geluti) yakni membaca pemikiran dan isi hati orang2 lewat tulisannya di blog mereka. Well, cukup menggelikan juga sih, menyadari ada orang yang super tidak jelas, namun berpemikiran mendalam dan lebih rumit dari sastra klasik (at least, that's what I thought), ada pula manusia-manusia ja'im yang justru menumpahkan sisi lain mereka dalam dunia maya ini.
In this gladly opportunity, aku (cieee, aku :p skali2 ngubah aura boleh dunks) ingin menyoroti tulisan terakhir seseorang... What's the topic? Well, it's about the philosophy of life, 'bout thoughtfulness, 'n about the Great Almighty One...
Sebuah konsep menarik (jujur, very interesting!) beliau paparkan dalam tulisannya, in simple, agama hanyalah alat. Nurani dan hati adalah yang terpenting. Ritual dan aktivitas yang berlaku dan dijalani dirasa (mungkin) hanya sekedar jadi penghambat (well, dy tidak menulis dengan segamblang itu, tapi itu jelas2 makna yang tertangkap nalarku)... Perhatikan ini, ekuilibrium justru terjadi pada saat ceteris paribus. Tidak ada pihak yang seharusnya memiliki hak untuk meng-klaim bentuk/ajaran manakah yang tepat. OK, adalah sebuah kebetulan ketika ia hadir (lahir) dalam sebuah keluarga dengan latar belakang rohani tertentu... Masih dimengerti pula ketika sepanjang perjalanan hidupnya, ia masih 'rela' untuk mengikuti pola tertentu... But now, ketika ia sudah bukan lagi anak yang 'sama', sudah menjadi haknya-lah untuk berpikir dan beraplikasi berdasarkan apa yang ia 'benar-benar' yakini...
Now, what's actually the problem? Perlu dicatat, dalam tulisan ini gw (back to me myself) sama sekali nggak berniat untuk mendiskreditkan maupun memasang stigma tertentu kepada siapapun. Hal yang gw kutip di atas, semata-mata hanyalah bentuk proxy atas apa yang sebenarnya telah lama gw sendiri pikirkan... Mungkin benar kata-kata bijak dalam buku: "Otak manusia terlalu kecil untuk menerima misteri yang terlalu besar baginya, misteri sang Khalik, sang Tak-Terbatas"
Pertanyaannya sekarang, apakah statement terakhir benar-benar menjadi jawaban, ataukah hanya sekedar menjadi kalimat-keren-pelarian, yang mengunci segala argumen (terlepas dari apapun tujuan argumen tersebut).
Jujur, gw bukan manusia paling suci di dunia. Malah, sebagai orang Katolik, gw bisa dikata sedang nggak-Katolik-Katolik-nya. Dua-tiga bulan terakhir, jarang banget gw masuk gereja. Kalopun ikut Misa, itu untung ada perayaan entah di kampus, atau di dekat rumah. Misa terakhir yang gw ikutin memang tergolong masih baru (Minggu, 1 Oktober 2006, @ Wik-N KUKSA FEUI, Vila Mondo, Cisarua), tapi kalau ditanya apakah sudah memadai, ahli teolog kemungkinan besar akan berkata "tidak". Gw nggak perlu mengelak, dan nggak perlu cari pembenaran. Gw (at least saat ini) memang masih mencoba mencari, dan entah kapan gw sampai kepada titik penemuan. Yang pasti, gw bener2 cinta, dan sungguh2 sayang sama Beliau... Hmmm...
Apakah kadar spiritual manusia juga termasuk yang terpengaruh dengan sifatnya yang super-membal itu? Jika pernyataan di awal postingan mengarah kepada kebenaran, maka tak perlu ditanya lagi lah. Nah, bagaimana jika tidak...???
...SeeNoEvilHearNoEvilSayNoEvil...
Baru saja gw melakukan hobi gw (yang termasuk belum lama ini gw geluti) yakni membaca pemikiran dan isi hati orang2 lewat tulisannya di blog mereka. Well, cukup menggelikan juga sih, menyadari ada orang yang super tidak jelas, namun berpemikiran mendalam dan lebih rumit dari sastra klasik (at least, that's what I thought), ada pula manusia-manusia ja'im yang justru menumpahkan sisi lain mereka dalam dunia maya ini.
In this gladly opportunity, aku (cieee, aku :p skali2 ngubah aura boleh dunks) ingin menyoroti tulisan terakhir seseorang... What's the topic? Well, it's about the philosophy of life, 'bout thoughtfulness, 'n about the Great Almighty One...
Sebuah konsep menarik (jujur, very interesting!) beliau paparkan dalam tulisannya, in simple, agama hanyalah alat. Nurani dan hati adalah yang terpenting. Ritual dan aktivitas yang berlaku dan dijalani dirasa (mungkin) hanya sekedar jadi penghambat (well, dy tidak menulis dengan segamblang itu, tapi itu jelas2 makna yang tertangkap nalarku)... Perhatikan ini, ekuilibrium justru terjadi pada saat ceteris paribus. Tidak ada pihak yang seharusnya memiliki hak untuk meng-klaim bentuk/ajaran manakah yang tepat. OK, adalah sebuah kebetulan ketika ia hadir (lahir) dalam sebuah keluarga dengan latar belakang rohani tertentu... Masih dimengerti pula ketika sepanjang perjalanan hidupnya, ia masih 'rela' untuk mengikuti pola tertentu... But now, ketika ia sudah bukan lagi anak yang 'sama', sudah menjadi haknya-lah untuk berpikir dan beraplikasi berdasarkan apa yang ia 'benar-benar' yakini...
Now, what's actually the problem? Perlu dicatat, dalam tulisan ini gw (back to me myself) sama sekali nggak berniat untuk mendiskreditkan maupun memasang stigma tertentu kepada siapapun. Hal yang gw kutip di atas, semata-mata hanyalah bentuk proxy atas apa yang sebenarnya telah lama gw sendiri pikirkan... Mungkin benar kata-kata bijak dalam buku: "Otak manusia terlalu kecil untuk menerima misteri yang terlalu besar baginya, misteri sang Khalik, sang Tak-Terbatas"
Pertanyaannya sekarang, apakah statement terakhir benar-benar menjadi jawaban, ataukah hanya sekedar menjadi kalimat-keren-pelarian, yang mengunci segala argumen (terlepas dari apapun tujuan argumen tersebut).
Jujur, gw bukan manusia paling suci di dunia. Malah, sebagai orang Katolik, gw bisa dikata sedang nggak-Katolik-Katolik-nya. Dua-tiga bulan terakhir, jarang banget gw masuk gereja. Kalopun ikut Misa, itu untung ada perayaan entah di kampus, atau di dekat rumah. Misa terakhir yang gw ikutin memang tergolong masih baru (Minggu, 1 Oktober 2006, @ Wik-N KUKSA FEUI, Vila Mondo, Cisarua), tapi kalau ditanya apakah sudah memadai, ahli teolog kemungkinan besar akan berkata "tidak". Gw nggak perlu mengelak, dan nggak perlu cari pembenaran. Gw (at least saat ini) memang masih mencoba mencari, dan entah kapan gw sampai kepada titik penemuan. Yang pasti, gw bener2 cinta, dan sungguh2 sayang sama Beliau... Hmmm...
Apakah kadar spiritual manusia juga termasuk yang terpengaruh dengan sifatnya yang super-membal itu? Jika pernyataan di awal postingan mengarah kepada kebenaran, maka tak perlu ditanya lagi lah. Nah, bagaimana jika tidak...???
...SeeNoEvilHearNoEvilSayNoEvil...
Tuesday, October 03, 2006
And, Here They Are...
Baiklah, dalam kesempatan kali ini, saya akan menepati janji saya, yakni me-reveal orang-orang perkasa yang gambar-gambarnya telah ditampilkan dalam postingan sebelumnya...
Sebelumnya, nggak ada pikiran sama sekali bwt ada postingan tentang hal ini, tapi karena suatu faktor keberuntungan (yup, it's called luck!), ternyata bisa juga tampil di blog tercinta kuh...
Kisahnya berawal 3 tahun yang silam, ketika pertama kali gw ikutan yang namanya OTB (Orientation and Team Building) FEUI 2003. Kayaknya nggak ada yang namanya OTB lagi deh, sekarang orang-orang taunya OPK FEUI.
Nah, isinya biasa lah, ketemu ama temen2 baru, mentoring ama kakak2 yang baek, n yang paling penting, pura-pura tertekan... Wakakak (jadi inget, gw dulu mesti pasang tampang pasrah, nahan sakit, n kesel. Yah, lain di tampang lain di hati). Abisnya, kakak2 Tibum gw tuh imut2 banget. Beneran coy, gaya ngomongnya udah khas-khas gitu. One little example : Kalo K'Risang (Koord Tibum) ud teriak "KAMI KECEWAAAA!!!!", yang lain segera menimpali dengan kata2 yang sama persis, dan yang bikin konyol, suaranya dalam aneka nada dan oktaf... Gila, siksaan banget tuh gw dengerinnya, mo ketawa takut kakaknya tersinggung, mau nahan ketawa badan jadi goyang2, trus disamperin deh: "Ronald, ngapain lu goyang2 situ???"... Alah, siapa yang goyang kak, emangnya mo break-dance :p Rupanya kisah memang berulang, dan pengalaman tersebut akhirnya justru terwariskan dari kami2 ini kepada mereka2 yang lainnya...
OK, back to topic.
Dua orang di atas gw anggap sebagai 2 oknum paling bertanggung jawab atas termotivasinya gw menggabungkan diri dalam 'Korps Pita Hitam' FEUI. Yang atas namanya BOSS BUDI, n yang bawah namanya BOSS HABADI. Kenapa 'Boss', karena emang pas OTB gw, gak ada panggilan 'Kak'. Yang ada adalah 'Boss'. So, apa-apa terucaplah "Trima kasih, Boss", "Siap, Boss", "Tidak, Boss", "Selamat pagi/siang/sore/malem, Boss", dan yang paling terkenal: "'Misi, Boss" (yang kemudian terpleset menjadi "Miki Mos". Parah emang tuh bocah, langsung di-SC, ud gitu masih pamer senyum lagi. Salut gw ama elu, Ti!)
Gaya kedua orang itu (Boss Budi n Boss Habadi) gw kenal n hapal betul. Sebagai bukti pengakuan para senior akan 'bakat' gw, waktu minta tandatangan Tibum, gw 'cuma' disuruh memperagakan gaya 'tampil' mereka :P Mungkin Boss Budi yang lebih getol lagi, soalnya setau gw 'pengabdian' dia pada Korps tetep berlanjut sampe angkatan setelah gw ('04 n mgkn '05. CMIIW). Di jaman gw, sampe ada istilah, yang pingin jadi Tibum tuh benchmark-nya adalah Boss Budi, alias 'Budi-Wannabe'... Tiga tahun kemudian, hehehehehehehehe.... denger2 sih ud muncul 'Ronald-Wannabe'... Amiiinnnn... (alah, jadi narsis gini ;> )
OK, untuk orang ketiga... BOSS GORIE!!! Koord Acara yang Tibum-Wannabe abiss!!! Gila nih orang, bukannya tebar senyum, malah masang mata menyalak! Gak heran, kalo gak salah inget dia tuh kakak tergalaknya (CMIIW, lagi)... But, bukan itu yang jadi alasan gw ikut masang fotonya, melainkan as a tribute of my thankfulness atas kesediaannya minjemin VCD OTB '03 kepada gw... (of course, dengan bantuan her little brother also : Roybend!!! Maba terfavorit di OPK '06, si imut yang cukup menarik hati gw di hari pertama OPK... alah...)
And the last picture, refers to....... MaBa-Favorit-Pemimpin-Push-Up-OTB'03... Hey, who else??? U know lah (kalo nyebut nama, tar dibilang narsis lageee :p)... Gile, heran banget gw liat tampang 3 taon lalu, otot gw masih nongol gitu, trus speednya masih above-average banget (jangan coba-coba nyuruh sekarang dah, yang ada keseleo duluan kali. Nah, Roy, tau kan napa gw tolak 'tawaran' elu??? Hahahaha)
Well, terlepas dari semuanya, OTB bener2 ngasih kesan mendalam ama gw. Jadi tau yang namanya teman2 (juga senior) dengan berbagai karakteristiknya, dan yang lebih penting, bikin gw belajar untuk "be myself n get my own for the first time also"...
2003, today, maybe we're nobody... but I believe, someday, we'll be somebody...
Viva OTB 2003!!!
Bonus : Teks Salam Senior OTB '03
lyrics n styles by Muki '02 n friends...
UUhhhhhhh (ngulet style)... Pagi Boss... Cring (pepsodent style)
Boss-Boss manisku, kau selalu di dalam impianku
Boss-Boss gantengku, kau menjadi pujaanku selalu
Tugas menumpuk, begadang melulu
Dihukum lagi, aku pun tak sanggup...
Se-se-se-setengah jongkok,
Se-se-se-setengah jongkok,
Se-se-se-setengah jongkok...
(posisi setengah jongkok dapat ditahan sesuai keinginan Tibum :p )
Bangun pagi-pagi, nggak sempet mandi
Nggak gosok gigi, bau' sekali
Sehingga membuat, Boss-Boss kecewa, haahaahaahaa
Aduh lagi-lagi, setengah jongkok...
(posisi setengah jongkok dapat ditahan sesuai keinginan Tibum :p )
Te-tet-te-re-tet... "O" !
Te-tet-te-re-tet... "T" !
Te-tet-te-re-tet... "B" !
Dua ribu tiga??? Gemesss banget... :p (chubby style...)
Sebelumnya, nggak ada pikiran sama sekali bwt ada postingan tentang hal ini, tapi karena suatu faktor keberuntungan (yup, it's called luck!), ternyata bisa juga tampil di blog tercinta kuh...
Kisahnya berawal 3 tahun yang silam, ketika pertama kali gw ikutan yang namanya OTB (Orientation and Team Building) FEUI 2003. Kayaknya nggak ada yang namanya OTB lagi deh, sekarang orang-orang taunya OPK FEUI.
Nah, isinya biasa lah, ketemu ama temen2 baru, mentoring ama kakak2 yang baek, n yang paling penting, pura-pura tertekan... Wakakak (jadi inget, gw dulu mesti pasang tampang pasrah, nahan sakit, n kesel. Yah, lain di tampang lain di hati). Abisnya, kakak2 Tibum gw tuh imut2 banget. Beneran coy, gaya ngomongnya udah khas-khas gitu. One little example : Kalo K'Risang (Koord Tibum) ud teriak "KAMI KECEWAAAA!!!!", yang lain segera menimpali dengan kata2 yang sama persis, dan yang bikin konyol, suaranya dalam aneka nada dan oktaf... Gila, siksaan banget tuh gw dengerinnya, mo ketawa takut kakaknya tersinggung, mau nahan ketawa badan jadi goyang2, trus disamperin deh: "Ronald, ngapain lu goyang2 situ???"... Alah, siapa yang goyang kak, emangnya mo break-dance :p Rupanya kisah memang berulang, dan pengalaman tersebut akhirnya justru terwariskan dari kami2 ini kepada mereka2 yang lainnya...
OK, back to topic.
Dua orang di atas gw anggap sebagai 2 oknum paling bertanggung jawab atas termotivasinya gw menggabungkan diri dalam 'Korps Pita Hitam' FEUI. Yang atas namanya BOSS BUDI, n yang bawah namanya BOSS HABADI. Kenapa 'Boss', karena emang pas OTB gw, gak ada panggilan 'Kak'. Yang ada adalah 'Boss'. So, apa-apa terucaplah "Trima kasih, Boss", "Siap, Boss", "Tidak, Boss", "Selamat pagi/siang/sore/malem, Boss", dan yang paling terkenal: "'Misi, Boss" (yang kemudian terpleset menjadi "Miki Mos". Parah emang tuh bocah, langsung di-SC, ud gitu masih pamer senyum lagi. Salut gw ama elu, Ti!)
Gaya kedua orang itu (Boss Budi n Boss Habadi) gw kenal n hapal betul. Sebagai bukti pengakuan para senior akan 'bakat' gw, waktu minta tandatangan Tibum, gw 'cuma' disuruh memperagakan gaya 'tampil' mereka :P Mungkin Boss Budi yang lebih getol lagi, soalnya setau gw 'pengabdian' dia pada Korps tetep berlanjut sampe angkatan setelah gw ('04 n mgkn '05. CMIIW). Di jaman gw, sampe ada istilah, yang pingin jadi Tibum tuh benchmark-nya adalah Boss Budi, alias 'Budi-Wannabe'... Tiga tahun kemudian, hehehehehehehehe.... denger2 sih ud muncul 'Ronald-Wannabe'... Amiiinnnn... (alah, jadi narsis gini ;> )
OK, untuk orang ketiga... BOSS GORIE!!! Koord Acara yang Tibum-Wannabe abiss!!! Gila nih orang, bukannya tebar senyum, malah masang mata menyalak! Gak heran, kalo gak salah inget dia tuh kakak tergalaknya (CMIIW, lagi)... But, bukan itu yang jadi alasan gw ikut masang fotonya, melainkan as a tribute of my thankfulness atas kesediaannya minjemin VCD OTB '03 kepada gw... (of course, dengan bantuan her little brother also : Roybend!!! Maba terfavorit di OPK '06, si imut yang cukup menarik hati gw di hari pertama OPK... alah...)
And the last picture, refers to....... MaBa-Favorit-Pemimpin-Push-Up-OTB'03... Hey, who else??? U know lah (kalo nyebut nama, tar dibilang narsis lageee :p)... Gile, heran banget gw liat tampang 3 taon lalu, otot gw masih nongol gitu, trus speednya masih above-average banget (jangan coba-coba nyuruh sekarang dah, yang ada keseleo duluan kali. Nah, Roy, tau kan napa gw tolak 'tawaran' elu??? Hahahaha)
Well, terlepas dari semuanya, OTB bener2 ngasih kesan mendalam ama gw. Jadi tau yang namanya teman2 (juga senior) dengan berbagai karakteristiknya, dan yang lebih penting, bikin gw belajar untuk "be myself n get my own for the first time also"...
2003, today, maybe we're nobody... but I believe, someday, we'll be somebody...
Viva OTB 2003!!!
Bonus : Teks Salam Senior OTB '03
lyrics n styles by Muki '02 n friends...
UUhhhhhhh (ngulet style)... Pagi Boss... Cring (pepsodent style)
Boss-Boss manisku, kau selalu di dalam impianku
Boss-Boss gantengku, kau menjadi pujaanku selalu
Tugas menumpuk, begadang melulu
Dihukum lagi, aku pun tak sanggup...
Se-se-se-setengah jongkok,
Se-se-se-setengah jongkok,
Se-se-se-setengah jongkok...
(posisi setengah jongkok dapat ditahan sesuai keinginan Tibum :p )
Bangun pagi-pagi, nggak sempet mandi
Nggak gosok gigi, bau' sekali
Sehingga membuat, Boss-Boss kecewa, haahaahaahaa
Aduh lagi-lagi, setengah jongkok...
(posisi setengah jongkok dapat ditahan sesuai keinginan Tibum :p )
Te-tet-te-re-tet... "O" !
Te-tet-te-re-tet... "T" !
Te-tet-te-re-tet... "B" !
Dua ribu tiga??? Gemesss banget... :p (chubby style...)
Cleared Up...
Today, I once again realized what's the true meaning of 'precious' (well, once again lah). After some kinda freakin' stuff that bothered my mind for 'bout more than a week, gw nyadar kalo batasan ada bukan untuk terus dilanggar, tapi jauh lebih tepat untuk ditaati!!! Wahahaha, alangkah leganya mengetahui hal ini. OK, gw nggak bisa bilang 100% ud kelar sih, 'coz to be honest, sekarang juga masih ada sisa-sisanya. Tapi, gw bisa jamin, kalo 'remah-remah' tersebut bukanlah hal yang berarti lagi, since that border have been boldened up... (apa coba???)
Akkhhhh, what a glad... Ud gitu, masih trasa lembab-lembabnya lagi, nggak boleh sering-sering sih, cuma... hehehe, makin gak jelas neh meracau di sore hari. Maklum, mengisi waktu luang di sela-sela ngabuburit :)
Hmmm, yah anggap aja ini sekedar pengalaman mendebarkan (beneran berdebar lhooo...), tapi sekali lagi, it is NOT REAL...!!! Viva forever, coy...
Akkhhhh, what a glad... Ud gitu, masih trasa lembab-lembabnya lagi, nggak boleh sering-sering sih, cuma... hehehe, makin gak jelas neh meracau di sore hari. Maklum, mengisi waktu luang di sela-sela ngabuburit :)
Hmmm, yah anggap aja ini sekedar pengalaman mendebarkan (beneran berdebar lhooo...), tapi sekali lagi, it is NOT REAL...!!! Viva forever, coy...
Sunday, October 01, 2006
Oh... Oh... Siapa Dia...???
Wednesday, September 27, 2006
Almost Can't Resist...
Man, hampir aja... Well, human can't always control its minds, so, I think it's quite ok, but, Arrrgghh, just almost passed the border away...
TAHAN COYYYY!!!!
(sori kalo gak jelas, hanya untuk kalangan ttt aj seh)
TAHAN COYYYY!!!!
(sori kalo gak jelas, hanya untuk kalangan ttt aj seh)
Sunday, September 24, 2006
Damn Virus!!!!!!!!
Sial, I'm infected!!! aj io;iog asgj;alcm a; gn;shgh;dflsgmdflhcvknasdl;fgieya8r;w97t43;ltgmeaghyua894t qtkd;slgh 8eyu a;gha8ge aahyni aerhag; t8a ;8;aogthy5g8hae a8oyta ;ahjtal;fj8gae tayta; :SLdy8fa8;fa fa;8yf;a fay tal; tal;ig atlaal;jlatr aifhgla tahga;lgafdsmlcvydsfbgr wghydbgd hapovgua4q349 34ot yoeg a45goy8aergh aeo8gy eygaeoy
Hosh... Hosh... Hosh...
Hosh... Hosh... Hosh...
Virus!!!
Waks, gw lagi di Warnet paporit gw, n tujuan utamanya mo ngirim bahan bwt tugas kuliah Menik (Manajemen Periklanan) besok, tapi... Oooohhhh, ada virus di komputernya!!! Oh God, mohon tidak menginfeksi FlashDisk hamba... pliszzz
Friday, September 22, 2006
2nd Anniversary... (continued)
Peduli amat ama tugas kelompok (nggak ding, gw gak berani ngomong gitu, bisa ditabok ntar :p). Well, jd gw ngajak dia lunch aja dulu... Dan kembali lah dy ke dalem kelas dengan disorakin oleh kawanan gak jelas (mupeng aja tuh!). Setelah beberapa lobi n nego dengan temen2 sekelompoknya, akhirnya kami diperbolehkan bwt pergi luch dulu... Horeee... bisa diculik juga akhirnya... Karena gak banyak pilihan, jadi gw ngajak makan di PHPK (Pizza Hut Pesona Khayangan) deh.
Nah, ada kisah menyenangkan nih di PHPK. Penasaran dengan iklan yang sudah dibombardir di TV, gw pun nyoba mesen MeatLover dengan CheezBurst!!! Nyammiiiyyy... Trus, pas dateng... gw pun langsung saja menyantap barang jarangan tersebut! Si dia gak langsung ngambil, tapi utak-atik dulu (wah, diteliti dulu kali ya?). Celetukan perlahan doi pun menarik perhatian gw yang lagi full-consent ke benda-yang-hampir-tak-berbentuk-segitiga-lagi : "Nal, ini kayaknya bukan CheezBurst deh. Ini biasa aja!" Lhoooo???? Trus gimana dunks??? Uda terlanjur makan neh. Jangan2 pesanan orang laen...
Setelah menyiapkan mental dan argumen, gw panggillah sang waiter... Dan kemudian terjadi percakapan, kurang lebih sebagai berikut:
Waiter : Ada apa, Mas?
Gw : Gini Mas (wah, sama2 ikutan berasa orang Jawa neh), tadi saya mesennya MeatLover yang CheezBurst, kan ya? Ini kayaknya yang biasa aja deh!
Waiter : Iya, ya Mas? Wah, maaf ini kesalahan dari kami
Gw : Waduh, gimana ini dong, Mas? Saya juga udah keburu makan
Waiter : Begini saja Mas, Mas mau nunggu sebentar lagi (10 menit kalo gak salah dia ngomongnya) nanti kami kasih yang sesuai pesanan Mas
Gw : Hmmm, gitu ya Mas. Trus ini gimana, ud dimakan nih (sambil nunjuk ke 'CheezBurst Gadungan'
Waiter : Oh, yang ini nggak apa-apa, buat Mas saja. Maaf, Mas. Ini kesalahan kami.
Gw : Oh gitu. Bener nih?
Waiter : Iya Mas. Nggak apa-apa. Tunggu sebentar ya, Mas.
Gw : OK.
Dia ud hampir meninggalkan meja gw, when suddenly gw memikirkan pertanyaan selanjutnya...
Gw : Eh, Mas. Mo nanya dunks. Gini, saya jujur aja nih. Yang ini sekarang kan tetep buat saya ya?
Waiter : Iya Mas.
Gw : Nggak di-charge kan?
Waiter : Oh, nggak Mas. Soalnya ini kesalahan kami
Gw : Nah, kan nanti ada yang saya pesen, yang itu saya bisa minta dibungkusin aja nggak?
Waiter : Yang nanti dimasak Mas?
Gw : Iya
Waiter : Oh, boleh aja. Jadi mau dibungkus aja?
Gw : Iya. Tolong bungkus aja ya, Mas. Makasih :)
Dan dia pun berlalu....
Wakakak, menyenangkan sekali... Gw dan Dcy tak henti-hentinya mikirin keberuntungan ini. "Wah, kalo gini caranya, sering-sering salah aja, Mas" dalem ati gw... Akhirnya kami pun meneruskan sesi lunch kami dengan percakapan tertentu (maap ya, bukan bwt di sini...).
Saat hampir selesai, datenglah si CheezBurst asli! Wah, gw ud lumayan kenyang juga neh (Appetizernya Bruchetta, n mesen minumnya 1 pitch Coca-Cola, ditambah sambel n unlimited keju!!!). Iseng-iseng gw ngintip... Alamaaakkkk!!! Menggiurkan sekali!!!
Melihat gw yang 'tergerak', Dcy pun berkata jujur: "Udah, Nal, kalo emang mau ambil aja. Nggak usah nahan gitu!" Hehehe, yayangku ini emang selalu mengerti kebutuhanku :) lalu, dengan hati girang, gw mencomot satu piece CheezBurst tersebut... Wuiihhhh, uenak tenan rek!!! Kejunya berasa cair di mulut tuh!!! Pokoke nggak salah deh iklannya!!! Long live CheezBurst!!!
Di satu sisi, gw seneng banget, soale dapet extra-pizza. Tapi, di sisi lain, gw rada nyesel juga, nggak menikmati CheezBurst gw secara total :(
Yah, yang namanya manusia emang nggak pernah puas ya ;P
End of lunch, kami pun kembali ke kelompoknya Dcy, dan ternyata emang masih pada ngerjain tugas kelompok. Pas liat Dcy bawa 'bungkusan', langsung pada nyorak gitu deh (ketauan tuh, yang jarang makan di PH. Alah, gw sendiri juga seh)... Gw yakin, dalem atinya pada mikir "Wah, kalo gini caranya, sering-sering aja si Dcy diculik..."
And, finally, it's time to balik... Dy masih harus ikutan kerja kelompok, n gw juga mesti balik ke kantor (alah, kantor!)... Sayang kampusnya nggak secure, jadi ya gitu deh... (weks, nggak jelas ya :p)
Ooohhh, what a nice day... Thanx for being my precious, Sweetiekuh...
Written with love...
just for my Dearest.
Nah, ada kisah menyenangkan nih di PHPK. Penasaran dengan iklan yang sudah dibombardir di TV, gw pun nyoba mesen MeatLover dengan CheezBurst!!! Nyammiiiyyy... Trus, pas dateng... gw pun langsung saja menyantap barang jarangan tersebut! Si dia gak langsung ngambil, tapi utak-atik dulu (wah, diteliti dulu kali ya?). Celetukan perlahan doi pun menarik perhatian gw yang lagi full-consent ke benda-yang-hampir-tak-berbentuk-segitiga-lagi : "Nal, ini kayaknya bukan CheezBurst deh. Ini biasa aja!" Lhoooo???? Trus gimana dunks??? Uda terlanjur makan neh. Jangan2 pesanan orang laen...
Setelah menyiapkan mental dan argumen, gw panggillah sang waiter... Dan kemudian terjadi percakapan, kurang lebih sebagai berikut:
Waiter : Ada apa, Mas?
Gw : Gini Mas (wah, sama2 ikutan berasa orang Jawa neh), tadi saya mesennya MeatLover yang CheezBurst, kan ya? Ini kayaknya yang biasa aja deh!
Waiter : Iya, ya Mas? Wah, maaf ini kesalahan dari kami
Gw : Waduh, gimana ini dong, Mas? Saya juga udah keburu makan
Waiter : Begini saja Mas, Mas mau nunggu sebentar lagi (10 menit kalo gak salah dia ngomongnya) nanti kami kasih yang sesuai pesanan Mas
Gw : Hmmm, gitu ya Mas. Trus ini gimana, ud dimakan nih (sambil nunjuk ke 'CheezBurst Gadungan'
Waiter : Oh, yang ini nggak apa-apa, buat Mas saja. Maaf, Mas. Ini kesalahan kami.
Gw : Oh gitu. Bener nih?
Waiter : Iya Mas. Nggak apa-apa. Tunggu sebentar ya, Mas.
Gw : OK.
Dia ud hampir meninggalkan meja gw, when suddenly gw memikirkan pertanyaan selanjutnya...
Gw : Eh, Mas. Mo nanya dunks. Gini, saya jujur aja nih. Yang ini sekarang kan tetep buat saya ya?
Waiter : Iya Mas.
Gw : Nggak di-charge kan?
Waiter : Oh, nggak Mas. Soalnya ini kesalahan kami
Gw : Nah, kan nanti ada yang saya pesen, yang itu saya bisa minta dibungkusin aja nggak?
Waiter : Yang nanti dimasak Mas?
Gw : Iya
Waiter : Oh, boleh aja. Jadi mau dibungkus aja?
Gw : Iya. Tolong bungkus aja ya, Mas. Makasih :)
Dan dia pun berlalu....
Wakakak, menyenangkan sekali... Gw dan Dcy tak henti-hentinya mikirin keberuntungan ini. "Wah, kalo gini caranya, sering-sering salah aja, Mas" dalem ati gw... Akhirnya kami pun meneruskan sesi lunch kami dengan percakapan tertentu (maap ya, bukan bwt di sini...).
Saat hampir selesai, datenglah si CheezBurst asli! Wah, gw ud lumayan kenyang juga neh (Appetizernya Bruchetta, n mesen minumnya 1 pitch Coca-Cola, ditambah sambel n unlimited keju!!!). Iseng-iseng gw ngintip... Alamaaakkkk!!! Menggiurkan sekali!!!
Melihat gw yang 'tergerak', Dcy pun berkata jujur: "Udah, Nal, kalo emang mau ambil aja. Nggak usah nahan gitu!" Hehehe, yayangku ini emang selalu mengerti kebutuhanku :) lalu, dengan hati girang, gw mencomot satu piece CheezBurst tersebut... Wuiihhhh, uenak tenan rek!!! Kejunya berasa cair di mulut tuh!!! Pokoke nggak salah deh iklannya!!! Long live CheezBurst!!!
Di satu sisi, gw seneng banget, soale dapet extra-pizza. Tapi, di sisi lain, gw rada nyesel juga, nggak menikmati CheezBurst gw secara total :(
Yah, yang namanya manusia emang nggak pernah puas ya ;P
End of lunch, kami pun kembali ke kelompoknya Dcy, dan ternyata emang masih pada ngerjain tugas kelompok. Pas liat Dcy bawa 'bungkusan', langsung pada nyorak gitu deh (ketauan tuh, yang jarang makan di PH. Alah, gw sendiri juga seh)... Gw yakin, dalem atinya pada mikir "Wah, kalo gini caranya, sering-sering aja si Dcy diculik..."
And, finally, it's time to balik... Dy masih harus ikutan kerja kelompok, n gw juga mesti balik ke kantor (alah, kantor!)... Sayang kampusnya nggak secure, jadi ya gitu deh... (weks, nggak jelas ya :p)
Ooohhh, what a nice day... Thanx for being my precious, Sweetiekuh...
Written with love...
just for my Dearest.
It's My 2nd Anniversary
Hmm, sebenarnya sih ud lewat seminggu, tapi nggak klop kayaknya kalo gw belum cerita... So, here it is...
Dimulai dari beberapa hari sebelum hari-H (The D-Day is September 14th!), gw bingung, apa kah yang harus gw lakuin bwt hal yg satu ini... Hmm, what kinda present kah? N gimana cara ketemuannya? Sebenarnya sih nggak terlalu berat, coz gw di hari Kamis tuh aslinya nggak ada kegiatan formal (akademis) apapun. Yang mesti diperhatikan adalah jadwal kuliahnya dy yang berlangsung dari pagi... Hmm, mesti ngapain ya??? Finally, gw memutuskan untuk memberikan kartu yang gw desain with our pictures in it (of course ada pesannya di balik kartu, but it's confidential, dudes :p) Seperti apakah bentuk kartunya... ???
Taraaa....

Trus trus, pernah denger taktik "pura-pura lupa" gak? Yup, itu lah yg gw praktekin ke yayangku yang satu ini (Maap ya, Des... bo'ongan koq...) Kayaknya sih dy 'mancing2' ngingetin gitu, tapi dasar gw lagi acting (ceileee), jd gw acuh-tak-acuh deh (karena 2 alesan juga sih, 1. Gw lagi acting. 2. Gw emang gak ada pulsa boo...) Jadi, berlangsunglah kegiatan pengacuhan tersebut sampai Kamis paginya.
Nah, dari Rabu sore gw ud netapin mo ngasih dy surprise dgn a bouquet of Roses... So, berkat iklan komersil informatif Ecopapers, Flower of Joy menjadi pilihan tunggal yang utama... Lumayan juga sih expensenya, tapi gw yakin wort-it koq. Yang bikin bingung tuh, gw kan Kamis paginya di ESAC, jadi gw minta anterin ke ESAC aja dah tuh buket (yah, daripada gw ngangkut sendiri pagi2, n ngangkot ke UI, kan bisa resiko...). Dan seperti yang ud gw duga, di-cieee'cieee'in lah gw oleh seisi ESAC yang gw yakin ngiri doang :P (baik para ibu2 supervisor gw, maupun sesama SA'ers yang masih jomblo (cuciaaaannn deh, belum pernah dapet bunga :p))
Next task is, menyerahkannya ke my beloved one... Gw dapet info dari temennya (gak mungkin kan gw nanya ke dy sendiri, kelar kelas jam berapa... Bisa bocor atuh!) bahwasanya kelas kuliahnya kelar pukul 12.00... Jadi, gw berangkat dari ESAC sekitar jam setengah 11 sodara2! Terlalu cepet??? Ya pasti lah. Akibatnya, gw harus menunggu lebih dari sejam di pojokan halaman luar kelasnya (not to mention diliatin ama anak2 kampus yang laen: "nih orang siapa yaks, bawa2 bunga... Kurir dari mana, Mas???") Yang paling parah, mereka berada di depan kelas, jadi kalo mo jalan ke sana, gw pasti melewati mereka lah...
Saat mendebarkan itu pun tiba... the sequences are as follows:
1. Dengan melirik ke jendela terlihat aktivitas orang2 yang membereskan peralatan kuliah mereka. "OK, siaga merah neh! She can be coming out at anytime!!!" Batin gw
2. Pintu mulai terbuka, beberapa ud mulai keluar... "Sembunyi... sembunyi...!!!"
3. Hey, there she is... Dan dia berjalan dengan sangat cepat... Eits, dia belok masuk ke gedung... Hei, gw nggak boleh kehilangan jejak!!! Jadi...
4. Gw langsung keluar dari persembunyian, dan berlari mengejar dengan tangan kanan menyembunyikan buket di balik punggung...
5. Sekumpulan mahasiswa yang lagi nongkrong2 dan ngobrol2 gak jelas langsung terdiam dan nggak terhitung berapa pasang mata yang mengarah lurus ke gw... "orang gila!!! Ada orang gila neh!!!" (hmmm, mungkin 'edan' lebih tepat!)
6. Dia kembali terlihat, dan masuk ke WC perempuan... Weits, gw pun langsung kembali bermanuver bersembunyi di balik tembok terdekat... (pinginnya sih ikutan masuk, tapi... gmn kalo ada cewek laen :p)
7. Menunggu... Yaaa cewek kalo ke WC tuh minimal 2 menit...
8. Gubrak, baru 20 detik-an dia ud keluar lagi, dan berjalan cepat keluar gedung. Gw dilewatin Coy!!! Nggak keliatan kali yeee. Gw kejar, dan dalam 2 langkah, I stopped her...
9. Take a deep breath, and send her the flowers... She smiled... (Gosh, she's sooo pretty...)
10. Ritual berdua... "Happy 2nd Anniversary Sweetiekuh... --------------- (sensor coy!!!)
11. Terdengar suara berisik... Anjrit, temen2nya masih di depan gedung, n merhatiin!!! SIAL!!!
12. Gw tarik dy sembunyi, n hilang dari pandangan org laen (nah gini deh kalo ud gak nahan)...
13. "Nal, aku masih ada tugas kelompok..."
Trus gimana neeehhhh????
Dimulai dari beberapa hari sebelum hari-H (The D-Day is September 14th!), gw bingung, apa kah yang harus gw lakuin bwt hal yg satu ini... Hmm, what kinda present kah? N gimana cara ketemuannya? Sebenarnya sih nggak terlalu berat, coz gw di hari Kamis tuh aslinya nggak ada kegiatan formal (akademis) apapun. Yang mesti diperhatikan adalah jadwal kuliahnya dy yang berlangsung dari pagi... Hmm, mesti ngapain ya??? Finally, gw memutuskan untuk memberikan kartu yang gw desain with our pictures in it (of course ada pesannya di balik kartu, but it's confidential, dudes :p) Seperti apakah bentuk kartunya... ???
Taraaa....

Trus trus, pernah denger taktik "pura-pura lupa" gak? Yup, itu lah yg gw praktekin ke yayangku yang satu ini (Maap ya, Des... bo'ongan koq...) Kayaknya sih dy 'mancing2' ngingetin gitu, tapi dasar gw lagi acting (ceileee), jd gw acuh-tak-acuh deh (karena 2 alesan juga sih, 1. Gw lagi acting. 2. Gw emang gak ada pulsa boo...) Jadi, berlangsunglah kegiatan pengacuhan tersebut sampai Kamis paginya.
Nah, dari Rabu sore gw ud netapin mo ngasih dy surprise dgn a bouquet of Roses... So, berkat iklan komersil informatif Ecopapers, Flower of Joy menjadi pilihan tunggal yang utama... Lumayan juga sih expensenya, tapi gw yakin wort-it koq. Yang bikin bingung tuh, gw kan Kamis paginya di ESAC, jadi gw minta anterin ke ESAC aja dah tuh buket (yah, daripada gw ngangkut sendiri pagi2, n ngangkot ke UI, kan bisa resiko...). Dan seperti yang ud gw duga, di-cieee'cieee'in lah gw oleh seisi ESAC yang gw yakin ngiri doang :P (baik para ibu2 supervisor gw, maupun sesama SA'ers yang masih jomblo (cuciaaaannn deh, belum pernah dapet bunga :p))
Next task is, menyerahkannya ke my beloved one... Gw dapet info dari temennya (gak mungkin kan gw nanya ke dy sendiri, kelar kelas jam berapa... Bisa bocor atuh!) bahwasanya kelas kuliahnya kelar pukul 12.00... Jadi, gw berangkat dari ESAC sekitar jam setengah 11 sodara2! Terlalu cepet??? Ya pasti lah. Akibatnya, gw harus menunggu lebih dari sejam di pojokan halaman luar kelasnya (not to mention diliatin ama anak2 kampus yang laen: "nih orang siapa yaks, bawa2 bunga... Kurir dari mana, Mas???") Yang paling parah, mereka berada di depan kelas, jadi kalo mo jalan ke sana, gw pasti melewati mereka lah...
Saat mendebarkan itu pun tiba... the sequences are as follows:
1. Dengan melirik ke jendela terlihat aktivitas orang2 yang membereskan peralatan kuliah mereka. "OK, siaga merah neh! She can be coming out at anytime!!!" Batin gw
2. Pintu mulai terbuka, beberapa ud mulai keluar... "Sembunyi... sembunyi...!!!"
3. Hey, there she is... Dan dia berjalan dengan sangat cepat... Eits, dia belok masuk ke gedung... Hei, gw nggak boleh kehilangan jejak!!! Jadi...
4. Gw langsung keluar dari persembunyian, dan berlari mengejar dengan tangan kanan menyembunyikan buket di balik punggung...
5. Sekumpulan mahasiswa yang lagi nongkrong2 dan ngobrol2 gak jelas langsung terdiam dan nggak terhitung berapa pasang mata yang mengarah lurus ke gw... "orang gila!!! Ada orang gila neh!!!" (hmmm, mungkin 'edan' lebih tepat!)
6. Dia kembali terlihat, dan masuk ke WC perempuan... Weits, gw pun langsung kembali bermanuver bersembunyi di balik tembok terdekat... (pinginnya sih ikutan masuk, tapi... gmn kalo ada cewek laen :p)
7. Menunggu... Yaaa cewek kalo ke WC tuh minimal 2 menit...
8. Gubrak, baru 20 detik-an dia ud keluar lagi, dan berjalan cepat keluar gedung. Gw dilewatin Coy!!! Nggak keliatan kali yeee. Gw kejar, dan dalam 2 langkah, I stopped her...
9. Take a deep breath, and send her the flowers... She smiled... (Gosh, she's sooo pretty...)
10. Ritual berdua... "Happy 2nd Anniversary Sweetiekuh... --------------- (sensor coy!!!)
11. Terdengar suara berisik... Anjrit, temen2nya masih di depan gedung, n merhatiin!!! SIAL!!!
12. Gw tarik dy sembunyi, n hilang dari pandangan org laen (nah gini deh kalo ud gak nahan)...
13. "Nal, aku masih ada tugas kelompok..."
Trus gimana neeehhhh????
Tuesday, September 19, 2006
Arghh...!!!!
Huaa, banyak banget kerjaan neh (padahal OPK udah kelar)... Begitu banyak yang terjadi, ada suka, ada hura-hura, ada ketawa ngikik, tapi juga ada konflik... Arghh...!!!!
Saat ini belum bisa berkata banyak... Oh dunia...
Saat ini belum bisa berkata banyak... Oh dunia...
Friday, September 15, 2006
Fitting Baju!!!
Entah rencana balas dendam apa yang ada di pikiran para MaBa 2006, yang pasti, sekarang gw lagi terjebak dengan kegiatan fitting baju untuk Fashion Show besok @ Persembahan MaBa 2006!!! I don't know the f*cking idea, kenapa gw juga ikut2an dipilih... Kalo mo tau sih, sebenarnya gw udah sempet nolak, dan udah di-OK-in juga. But, Sange' n Zen sialan, malah ikutan AIESEC ke puncak, n cidera gara2 futsal (gw yakin disengaja tuh)...
Oh God, masa sih dosa gw sebesar itu??? Gw bener2 nggak berniat untuk melakukan hal yang memalukan seperti ini. Bangs*t!!!
AWAS LU!!!
Yasud, nikmatin aja kali ya........
Oh God, masa sih dosa gw sebesar itu??? Gw bener2 nggak berniat untuk melakukan hal yang memalukan seperti ini. Bangs*t!!!
AWAS LU!!!
Yasud, nikmatin aja kali ya........
Tuesday, September 12, 2006
Oh SPG...
Barusan gw mampir di suatu kafe remang2 (maksudnya romantis) yang nyediain jasa rental n jual buku + VCDs. Sebenarnya gw gak tau itu tempat rental. Gw ke sana soalnya ada spanduk "Diskon Buku". Nyari Naruto sih, tapi sayang gak ada tuh :(
Yang menarik (dan menjadi inti kenapa gw bikin log ini) adalah mbak2 SPGnya yang amat-sangat-bersemangat dan super hiperaktif terhadap para konsumennya. Gile, masa gw baru di pintu depan ud disamperin, trus dingomongin macem2??? Pokoke, dia lebih cenderung ngajak ngobrol kayaknya dibanding mempromosikan produk di situ... Ampun deh mbak, selama sekitar 10 menit gw di tempat itu, gw cuma bisa senyum sendiri... Kalo gini caranya, mana ada customer beneran nongol atuh???
Hmmmm, the spirit of marketing does sometimes drives people mad... :D
Yang menarik (dan menjadi inti kenapa gw bikin log ini) adalah mbak2 SPGnya yang amat-sangat-bersemangat dan super hiperaktif terhadap para konsumennya. Gile, masa gw baru di pintu depan ud disamperin, trus dingomongin macem2??? Pokoke, dia lebih cenderung ngajak ngobrol kayaknya dibanding mempromosikan produk di situ... Ampun deh mbak, selama sekitar 10 menit gw di tempat itu, gw cuma bisa senyum sendiri... Kalo gini caranya, mana ada customer beneran nongol atuh???
Hmmmm, the spirit of marketing does sometimes drives people mad... :D
Life Goes On...
Hari ini cukup puas, beberapa agenda gw terpenuhi dan berjalan dengan cukup lancar... Eventhough sempet lumayan stuck, ternyata bisa cukup berjalan juga... Sempat mendekati tepe2 sama MaBa yand di ESAC, well bukan gw yang ge-er sih, tapi ada MaBa yang koq dari hari terakhir OPK 'ketemu' ama gw terus... Wah, langsung precautionary neh, sori dek I'm no longer available (alah...!!!)
Hari kedua kuliah pasca OPK, adik2 2006 tercinta masih banyak yang menyapa. Seneng deh rasanya, kayak akrab aja ama mereka (padahal sejarah 'akrab'nya bisa dibilang lembaran kelam :p)
Malem ini rencananya mo belajar bahan2 Finance... Semoga bisa...
SEMANGAT!!!
Hari kedua kuliah pasca OPK, adik2 2006 tercinta masih banyak yang menyapa. Seneng deh rasanya, kayak akrab aja ama mereka (padahal sejarah 'akrab'nya bisa dibilang lembaran kelam :p)
Malem ini rencananya mo belajar bahan2 Finance... Semoga bisa...
SEMANGAT!!!
Bawel Tapi Favorit !!!
Lhoo, koq bisa???
Yup, itulah label yang gw dapet dengan berakhirnya OPK 2006 secara resmi. Tau kan, di acara2 gituan biasanya ada polling2 gak jelas yang mencari MaBa-MaBa ato Kakak-kakak ter..... Nah, pas nyampe bagian panitia, tibalah salah satu kategori: "Dan kakak ter-BAWEL adalah... RONALD dari TIBUM!!!" Buset dah, gw langsung dibekep n disikat ama Tibum2 laennya... Belum lagi berakhir penderitaan, dilanjutin lagi tuh pengumuman: "Untuk kakak ter-COOL adalah... XXXXX" (bukan gw, hiks). Maka giliran si XXXXX lah yang dianiaya (Tibum juga tuh).
Udah kelar kah??? Ternyata belum sodara-sodara, sang MC dengan lantangnya (iya lah suaranya lantang, wong pake TOA! Coba teriak dengan tenaga sendiri kayak Tibum :p) mengumumkan hal lain: "Sedangkan untuk kakak ter-FAVORIT adalah.... (jes jes jes jes jes...) adalah... RONALD dari TIBUM!!!!!" Gila, gw langsung dikeroyok secara biadab ama orang2 amoral yang menyebut diri mereka partner gw! Secara semena2 kami (Para tibum yang dapet award, especially gw yang dapet 'double-degree') dihukum dan dibantai ala MaBa Pesakitan. Posisi Push-Up n setengah jongkok sih udah biasa, yang parah ada yang colongan coba, tendangan dan bogeman bener2 mendarat di punggung, paha, dan p*nt*t gw :(
Alhasil, award yang gw terima mesti ditebus dengan kejang dan pegal, serta rasa sakit di sekujur tubuh (not to mention the conservative tradition of anak FE: melempar makhluk lain (terutama manusia lain) ke kolam air mancur Makara, n gw termasuk yang merasakan tradisi istimewa tersebut)...
Ahhh, kejamnya dunia...
Dasar MaBa gebleg, di mana-mana tuh yang jadi favorit kakak dari MENTOR ato mungkin ACARA! Ini koq malah milih TIBUM??? Dasar bocah-bocah gendeng, kebanyakan dikasih stengah jongkok kali yeeee????
Well, at least gw jadi bener2 dikenal ama MaBa. Tadi di hari pertama kuliah setelah OPK bener2 selesai, tak terhitung jumlah MaBa yang menyapa gw (baik yang terang-terangan dan lantang maupun yang malu2 ato masih ada sisa-sisa 'ketakutan'). Gw tentu ngebales donks, kan gw bener2 baek hati ;)
Hmmmm... nyaman juga...
Yup, itulah label yang gw dapet dengan berakhirnya OPK 2006 secara resmi. Tau kan, di acara2 gituan biasanya ada polling2 gak jelas yang mencari MaBa-MaBa ato Kakak-kakak ter..... Nah, pas nyampe bagian panitia, tibalah salah satu kategori: "Dan kakak ter-BAWEL adalah... RONALD dari TIBUM!!!" Buset dah, gw langsung dibekep n disikat ama Tibum2 laennya... Belum lagi berakhir penderitaan, dilanjutin lagi tuh pengumuman: "Untuk kakak ter-COOL adalah... XXXXX" (bukan gw, hiks). Maka giliran si XXXXX lah yang dianiaya (Tibum juga tuh).
Udah kelar kah??? Ternyata belum sodara-sodara, sang MC dengan lantangnya (iya lah suaranya lantang, wong pake TOA! Coba teriak dengan tenaga sendiri kayak Tibum :p) mengumumkan hal lain: "Sedangkan untuk kakak ter-FAVORIT adalah.... (jes jes jes jes jes...) adalah... RONALD dari TIBUM!!!!!" Gila, gw langsung dikeroyok secara biadab ama orang2 amoral yang menyebut diri mereka partner gw! Secara semena2 kami (Para tibum yang dapet award, especially gw yang dapet 'double-degree') dihukum dan dibantai ala MaBa Pesakitan. Posisi Push-Up n setengah jongkok sih udah biasa, yang parah ada yang colongan coba, tendangan dan bogeman bener2 mendarat di punggung, paha, dan p*nt*t gw :(
Alhasil, award yang gw terima mesti ditebus dengan kejang dan pegal, serta rasa sakit di sekujur tubuh (not to mention the conservative tradition of anak FE: melempar makhluk lain (terutama manusia lain) ke kolam air mancur Makara, n gw termasuk yang merasakan tradisi istimewa tersebut)...
Ahhh, kejamnya dunia...
Dasar MaBa gebleg, di mana-mana tuh yang jadi favorit kakak dari MENTOR ato mungkin ACARA! Ini koq malah milih TIBUM??? Dasar bocah-bocah gendeng, kebanyakan dikasih stengah jongkok kali yeeee????
Well, at least gw jadi bener2 dikenal ama MaBa. Tadi di hari pertama kuliah setelah OPK bener2 selesai, tak terhitung jumlah MaBa yang menyapa gw (baik yang terang-terangan dan lantang maupun yang malu2 ato masih ada sisa-sisa 'ketakutan'). Gw tentu ngebales donks, kan gw bener2 baek hati ;)
Hmmmm... nyaman juga...
Sunday, September 10, 2006
Rindu...
Hari yang panas... FileSplitting yang gw coba berakhir gagal... Outputnya cacat, nggak sempurna. SIAL!!! Padahal udah ngabisin duit tuh. Damn!!!
Baru balik dari Gramed Margonda, nyari hiburan. Oh, betapa menyenangkannya saat-saat dulu, ketika mayoritas bagian dalam buku masih dapat dijamah dan ditelaah... Ketika masih bisa menyimak tanpa takut tercekak... Ketika membaca masih merupakan kegiatan lumrah karena informasi dan hiburan adalah kebutuhan yang teramanah (apa coba??? Mulai ngawur neh). Pokoke, gara-gara buku2 dah pada disampulin, gw jadi ilang selera ke Gramed lagi neh :(
Akhirnya sih gw beli satu buku (Naruto #11). Rencananya mo ama #12 juga, tapi gw searching2 nggak ketemu. Jadi, maap ya Gramed...
Baru balik dari Gramed Margonda, nyari hiburan. Oh, betapa menyenangkannya saat-saat dulu, ketika mayoritas bagian dalam buku masih dapat dijamah dan ditelaah... Ketika masih bisa menyimak tanpa takut tercekak... Ketika membaca masih merupakan kegiatan lumrah karena informasi dan hiburan adalah kebutuhan yang teramanah (apa coba??? Mulai ngawur neh). Pokoke, gara-gara buku2 dah pada disampulin, gw jadi ilang selera ke Gramed lagi neh :(
Akhirnya sih gw beli satu buku (Naruto #11). Rencananya mo ama #12 juga, tapi gw searching2 nggak ketemu. Jadi, maap ya Gramed...
Saturday, September 09, 2006
Fine-Fine Aza...
Apakah masalah konflik tersebut telah selesai? Gw kira udahan tuh, tapi... Ternyata tidak sodara-sodara!!! Sekitar 20 menit kemudian, datanglah sang oknum dengan seorang rekannya ke area Makara, tempat para panitia OPK sedang bermarkas. Gw rasa tujuan mereka udah pasti dan bukan laen lagi: They're looking for me!!!
So, berpikirlah gw untuk langkah yang akan gw ambil selanjutnya: apa gw mesti nunggu aja, pura2 gak liat mereka, sampe mereka bener2 nyamperin gw personally, ato gw juga menyamperi mereka dan bertemu di tengah-tengah jalan??? After some consideration, gw milih yang kedua. This is my case, and gw mesti ambil tanggung jawab juga... Rada degap-degup juga seh, soalnya ini kan berarti gw memancing kemungkinan konflik lanjutan. Tapi gw tetep PD, soalnya ini kan area publik. Gw yakin mereka juga masih dalam area pemikiran logis juga koq.
Di tengah jalan, akhirnya kami bertemu. Gw memulai pembicaraan dengan kalimat pertanyaan "Gw denger dari si ..... elo nyariin gw?" Gw harap sih reaksinya nggak macem2, n thanks God dia juga nggak ada niat memperpanjang masalah ini. Dia ngejelasin aja kalo dia ngerasa gw ud berlebihan ke dia tadinya, n rada nggak terima kalo gitu caranya. Gw juga nggak mo kalah argumen, jadi gw bilang juga gw sama nggak terimanya ama dia tentang cara dia mengekspresikan kata-kata spontannya (percakapan ini terjadi dalam nada suara standar, tanpa penekanan, intinya diplomasi baik-baik). Akhirnya tercapai kesepahaman, emang suasana tadi nggak bagus, n kedua pihak sama-sama punya andil (dia ngaku emang nggak bener juga berbuat kayak tadi, n gw bilang juga masih terpengaruh 'emosi' ke MaBa n suasana yang penuh sandiwara panas)
Akhir kata, jabat tangan pun terjadi, dan permasalahan ini dianggap selesai oleh kedua pihak (kami berdua). Dia pesen biar ini nggak usah dibicarain lagi, n gw secara pribadi juga nggak pingin ngomongin hal salah paham kayak gini. Nggak guna sich. Peace on earth, and peace in mind...
Fiuh, and all that problem berjalan dan teratasi dengan baik. Satu hal yang gw pelajari, next time, mending liat sikon dulu n berpikir lebih jauh sebelum jatuh ke jerat konflik...
PS : Tujuan gw nulis n mengisahkan ini bukanlah untuk memperpanjang masalah (karena gw ud bilang di atas, gw nganggap ud gak ada masalah lagi), tapi hanya untuk menunjukkan apa yang bisa terjadi kalo perbuatan yang terburu-buru dilakukan, especially tanpa pemikiran lebih lanjut.
Best regards bwt elo yang ud memberi pengalaman ini ke gw...
So, berpikirlah gw untuk langkah yang akan gw ambil selanjutnya: apa gw mesti nunggu aja, pura2 gak liat mereka, sampe mereka bener2 nyamperin gw personally, ato gw juga menyamperi mereka dan bertemu di tengah-tengah jalan??? After some consideration, gw milih yang kedua. This is my case, and gw mesti ambil tanggung jawab juga... Rada degap-degup juga seh, soalnya ini kan berarti gw memancing kemungkinan konflik lanjutan. Tapi gw tetep PD, soalnya ini kan area publik. Gw yakin mereka juga masih dalam area pemikiran logis juga koq.
Di tengah jalan, akhirnya kami bertemu. Gw memulai pembicaraan dengan kalimat pertanyaan "Gw denger dari si ..... elo nyariin gw?" Gw harap sih reaksinya nggak macem2, n thanks God dia juga nggak ada niat memperpanjang masalah ini. Dia ngejelasin aja kalo dia ngerasa gw ud berlebihan ke dia tadinya, n rada nggak terima kalo gitu caranya. Gw juga nggak mo kalah argumen, jadi gw bilang juga gw sama nggak terimanya ama dia tentang cara dia mengekspresikan kata-kata spontannya (percakapan ini terjadi dalam nada suara standar, tanpa penekanan, intinya diplomasi baik-baik). Akhirnya tercapai kesepahaman, emang suasana tadi nggak bagus, n kedua pihak sama-sama punya andil (dia ngaku emang nggak bener juga berbuat kayak tadi, n gw bilang juga masih terpengaruh 'emosi' ke MaBa n suasana yang penuh sandiwara panas)
Akhir kata, jabat tangan pun terjadi, dan permasalahan ini dianggap selesai oleh kedua pihak (kami berdua). Dia pesen biar ini nggak usah dibicarain lagi, n gw secara pribadi juga nggak pingin ngomongin hal salah paham kayak gini. Nggak guna sich. Peace on earth, and peace in mind...
Fiuh, and all that problem berjalan dan teratasi dengan baik. Satu hal yang gw pelajari, next time, mending liat sikon dulu n berpikir lebih jauh sebelum jatuh ke jerat konflik...
PS : Tujuan gw nulis n mengisahkan ini bukanlah untuk memperpanjang masalah (karena gw ud bilang di atas, gw nganggap ud gak ada masalah lagi), tapi hanya untuk menunjukkan apa yang bisa terjadi kalo perbuatan yang terburu-buru dilakukan, especially tanpa pemikiran lebih lanjut.
Best regards bwt elo yang ud memberi pengalaman ini ke gw...
Lanjutan Konflik...
Wakakak, maaf keputus, soalnya pas ngetik udah malem banget (jam 12 boo!) dan gw bawa duitnya pas-pasan juga :p
Jadi, terciptalah suasana saling nantang antar kami (para Tibum) dengan sang oknum tersebut! Pokoke ud kayak mo berantem dah, n akhirnya emang si oknum melakukan permintaan maaf, yasud, puas-gak-puas gw sih terima juga akhirnya, dan kami meninggalkan oknum tsb...
Nah, pas gw dah ngumpul lagi ama Tibum2 yang laen, dan mulai bercengkrama tentang kemungkinan terjadinya opsi 2 oleh para MaBa (nanti gw jelasin dah, kalo sempet :P), tiba-tiba, cuklucukucuk, ada temen gw (yang td masih sempat tinggal di tempat ama para oknum di atas) yang mendekati gw, dan berbicara berbisik: "Nal, dia tadi sebenarnya masih nggak terima ama elo. Dia ngajakin kalo mau satu-lawan-satu ama dia..." Walah, apa pula ini???? Tadi pas disamperin oke-oke aja, sekarang koq malah ngajakin toh mas? Terus terang, gw sempet shock juga karena ini pertama kalinya gw ngadepin situasi panas dan tantang-menantang kayak gini (terakhir kali tuh kelas 2 SMP coy! Ampir gw bikin tewas tuh anak lhooo... Gile, bisa kejam juga gw kalo lepas kendali...) Akhirnya gw memutuskan dengan hati bulat: "Gw gak bakal ngelayanin dia!" Sori aja ya, banyak hal yang mendasari keputusan tersebut:
1. Gw ud taon terakhir. Kalo mo gituan, berarti gw ngorbanin kuliah 3 taon lebih dong? Wah, bego banget!
2. Gw dapet beasiswa. Eventhough gw gak kenapa2 dalam arti tertentu (gak di-DO), pasti ada pengaruhnya ama beasiswa gw.
3. Gw ud punya rencana bwt masa depan gw, dan gw gak mau oknum kayak ginian menjadi pengacaunya
4. Gw nggak merasa dia orang yang worth-it untuk gw confront! Sori mas, lu bukan tipe yang selevel ama gw... Tau dong kalo ada pendekar ditantang ama oknum gak jelas... Maaf-maaf aja ya...
Pokoke gitu deh, jadi gw nggak mo ngelayanin or nyamperin dia. Emang sih, gw mikirin ada saat2 bahwa dia nggak lupa, n bisa kapan aja nyegat gw di mana gitu. But, it's the consequence that I'd to take. So be it, gw bilang.
Hmmm....
(kisah belum kelar...)
Jadi, terciptalah suasana saling nantang antar kami (para Tibum) dengan sang oknum tersebut! Pokoke ud kayak mo berantem dah, n akhirnya emang si oknum melakukan permintaan maaf, yasud, puas-gak-puas gw sih terima juga akhirnya, dan kami meninggalkan oknum tsb...
Nah, pas gw dah ngumpul lagi ama Tibum2 yang laen, dan mulai bercengkrama tentang kemungkinan terjadinya opsi 2 oleh para MaBa (nanti gw jelasin dah, kalo sempet :P), tiba-tiba, cuklucukucuk, ada temen gw (yang td masih sempat tinggal di tempat ama para oknum di atas) yang mendekati gw, dan berbicara berbisik: "Nal, dia tadi sebenarnya masih nggak terima ama elo. Dia ngajakin kalo mau satu-lawan-satu ama dia..." Walah, apa pula ini???? Tadi pas disamperin oke-oke aja, sekarang koq malah ngajakin toh mas? Terus terang, gw sempet shock juga karena ini pertama kalinya gw ngadepin situasi panas dan tantang-menantang kayak gini (terakhir kali tuh kelas 2 SMP coy! Ampir gw bikin tewas tuh anak lhooo... Gile, bisa kejam juga gw kalo lepas kendali...) Akhirnya gw memutuskan dengan hati bulat: "Gw gak bakal ngelayanin dia!" Sori aja ya, banyak hal yang mendasari keputusan tersebut:
1. Gw ud taon terakhir. Kalo mo gituan, berarti gw ngorbanin kuliah 3 taon lebih dong? Wah, bego banget!
2. Gw dapet beasiswa. Eventhough gw gak kenapa2 dalam arti tertentu (gak di-DO), pasti ada pengaruhnya ama beasiswa gw.
3. Gw ud punya rencana bwt masa depan gw, dan gw gak mau oknum kayak ginian menjadi pengacaunya
4. Gw nggak merasa dia orang yang worth-it untuk gw confront! Sori mas, lu bukan tipe yang selevel ama gw... Tau dong kalo ada pendekar ditantang ama oknum gak jelas... Maaf-maaf aja ya...
Pokoke gitu deh, jadi gw nggak mo ngelayanin or nyamperin dia. Emang sih, gw mikirin ada saat2 bahwa dia nggak lupa, n bisa kapan aja nyegat gw di mana gitu. But, it's the consequence that I'd to take. So be it, gw bilang.
Hmmm....
(kisah belum kelar...)
Great Day... (continued)
Nah, melanjutkan posting sebelumnya (baca episode 1!)
Terjadilah sesuatu, sesaat kami hendak meninggalkan para MaBa. Ada mahasiswa tuh (gak jelas juga sapa) yang berteriak dengan lantangnya: "BANGGA LU JADI TIBUM!?" nah, dengan semangatnya, para Tibum yang lagi emosian ini tersulutlah (kayak api disirem minyak aja)... Gilanya, termasuk gw tuh (walah, lagi lumayan rada emosi, jadi ikut aja). Nah, yang bikin kisah adalah, pas kami 'menginterogasi' si pelaku teriakan, gw masih tetep dengan wajah sandiwara khas Tibum gw (super nggak ng-enak-in, menyebalkan, nantang, dan nyolot, plus nggak terima alasan!)
Jadi...
Terjadilah sesuatu, sesaat kami hendak meninggalkan para MaBa. Ada mahasiswa tuh (gak jelas juga sapa) yang berteriak dengan lantangnya: "BANGGA LU JADI TIBUM!?" nah, dengan semangatnya, para Tibum yang lagi emosian ini tersulutlah (kayak api disirem minyak aja)... Gilanya, termasuk gw tuh (walah, lagi lumayan rada emosi, jadi ikut aja). Nah, yang bikin kisah adalah, pas kami 'menginterogasi' si pelaku teriakan, gw masih tetep dengan wajah sandiwara khas Tibum gw (super nggak ng-enak-in, menyebalkan, nantang, dan nyolot, plus nggak terima alasan!)
Jadi...
Great Day... (1st episode)
It was a very great day... yes indeed...
Diawali dengan keterlambatan bangunnya gw dari tidur yang sebenarnya nggak ngapa-ngapain malemnya (emang lagi bobo pules aja kali' yee :p), jadi gw pun sangat shock pas ngeliatin jam di komputer gw (fyi, gw gak punya jam yang 'beneran', melainkan hanya 2 jam 'sekunder' yakni: jam di HP, dan jam di Kompie kuh tersayang...) Maka buru2 lah gw mandi dan melakukan aktivitas bersolek ria dengan sangat cepat (asli, totalnya gak nyampe 10 menit tuh. Padahal awalnya mo bener2 dandan bwt OPK hari pertama), n langsung ngibrit ke FEUI tercinta.
Di tengah jalan, mata gw tiba2 terasa amat perih! Gila, gw bingung tuh, napa ya? Perasaan gw gak ada alergi, ato pikiran berat, ato lagi sedih or marah berlebihan. Tapi, mata gw gak bisa dikontrol pikiran, so beberapa air mata mulailah mengucur perlahan. Kalo gw sendirian sih gpp, tapi sialnya... gw PAPASAN AMA MABA!!! Waduh, di satu sisi gw mesti tetep jaim n sangar, tapi di sisi lain, nih aer mata kayaknya bisa keliatan... Jadi, dengan beberapa trik, gw mengusap air mata buaya gw (karena emang bukan aer mata gw beneran tuh!!!) sambil berkata lantang : "Jangan sampe gw tiba di FE lebih dulu dari kalian!!!" Trus ngibrit... Efeknya jelas, para maba langsung mempercepat langkah mereka, dan gw ditinggal di belakang dengan posisi lengan kiri mengusap mata tercinta...
Pagi sampai siang harinya mungkin nggak terlalu berwarna, karena rutinitas OPK yang dijalanin nggak beda jauh ama hari-hari OPK sebelumnya (teriak-teriak, ngehukum, dan nyari-nyari objek untuk 'diluruskan'), eventhough lumayan terhibur juga karena ada 'games' MaBa, dan karena ini hari terakhir, gw sebagai Tibum (yang ditugaskan untuk mengganggu konsentrasi MaBa) bisa 'All-Out' tanpa takut ama SP ato pemutihan lagi (kecuali over-extreme tentu). So, mulailah aksi Physical Contact dilakukan oleh kami (termasuk gw...) mulai dari senggolan bahu, tepokan lutut, tendangan telapak, sampe nyolek, narik, dorong MaBa (bwt gw, of course dengan mengingat tingkat kesalahan si MaBa dan dengan memperhatikan aspek keselamatannya). Not bad, akhirnya bisa juga tiada jarak dengan mereka...
Sore harinya...
Ini baru cerita, setelah rapat briefing tentang ngamuk-ngamuk (baca postingan sebelumnya!), kami pun beraksi dengan gila, dan sayangnya (menurut gw) agaknya terlalu cepat kehilangan kata-kata (speechless), jadi setelah 20 detik pertama, jadi pada bingung mo ngamuk kayak apa lagi :( Dan setelah itu, blablablablablablabla, dan Tibum pun meninggalkan MaBa deh pokoknya, diikuti dengan para panitia seksi lainnya. Intinya (ceritanya neh) panitia kecewa ama MaBa, dan nggak mo ngurusin lagi. Para Panitia berkumpul di sekitar aer mancur FE, dan kalo ada MaBa yang mewakili temen2nya minta maaf, maka OPK akan benar2 ditutup...
Lalu...
Diawali dengan keterlambatan bangunnya gw dari tidur yang sebenarnya nggak ngapa-ngapain malemnya (emang lagi bobo pules aja kali' yee :p), jadi gw pun sangat shock pas ngeliatin jam di komputer gw (fyi, gw gak punya jam yang 'beneran', melainkan hanya 2 jam 'sekunder' yakni: jam di HP, dan jam di Kompie kuh tersayang...) Maka buru2 lah gw mandi dan melakukan aktivitas bersolek ria dengan sangat cepat (asli, totalnya gak nyampe 10 menit tuh. Padahal awalnya mo bener2 dandan bwt OPK hari pertama), n langsung ngibrit ke FEUI tercinta.
Di tengah jalan, mata gw tiba2 terasa amat perih! Gila, gw bingung tuh, napa ya? Perasaan gw gak ada alergi, ato pikiran berat, ato lagi sedih or marah berlebihan. Tapi, mata gw gak bisa dikontrol pikiran, so beberapa air mata mulailah mengucur perlahan. Kalo gw sendirian sih gpp, tapi sialnya... gw PAPASAN AMA MABA!!! Waduh, di satu sisi gw mesti tetep jaim n sangar, tapi di sisi lain, nih aer mata kayaknya bisa keliatan... Jadi, dengan beberapa trik, gw mengusap air mata buaya gw (karena emang bukan aer mata gw beneran tuh!!!) sambil berkata lantang : "Jangan sampe gw tiba di FE lebih dulu dari kalian!!!" Trus ngibrit... Efeknya jelas, para maba langsung mempercepat langkah mereka, dan gw ditinggal di belakang dengan posisi lengan kiri mengusap mata tercinta...
Pagi sampai siang harinya mungkin nggak terlalu berwarna, karena rutinitas OPK yang dijalanin nggak beda jauh ama hari-hari OPK sebelumnya (teriak-teriak, ngehukum, dan nyari-nyari objek untuk 'diluruskan'), eventhough lumayan terhibur juga karena ada 'games' MaBa, dan karena ini hari terakhir, gw sebagai Tibum (yang ditugaskan untuk mengganggu konsentrasi MaBa) bisa 'All-Out' tanpa takut ama SP ato pemutihan lagi (kecuali over-extreme tentu). So, mulailah aksi Physical Contact dilakukan oleh kami (termasuk gw...) mulai dari senggolan bahu, tepokan lutut, tendangan telapak, sampe nyolek, narik, dorong MaBa (bwt gw, of course dengan mengingat tingkat kesalahan si MaBa dan dengan memperhatikan aspek keselamatannya). Not bad, akhirnya bisa juga tiada jarak dengan mereka...
Sore harinya...
Ini baru cerita, setelah rapat briefing tentang ngamuk-ngamuk (baca postingan sebelumnya!), kami pun beraksi dengan gila, dan sayangnya (menurut gw) agaknya terlalu cepat kehilangan kata-kata (speechless), jadi setelah 20 detik pertama, jadi pada bingung mo ngamuk kayak apa lagi :( Dan setelah itu, blablablablablablabla, dan Tibum pun meninggalkan MaBa deh pokoknya, diikuti dengan para panitia seksi lainnya. Intinya (ceritanya neh) panitia kecewa ama MaBa, dan nggak mo ngurusin lagi. Para Panitia berkumpul di sekitar aer mancur FE, dan kalo ada MaBa yang mewakili temen2nya minta maaf, maka OPK akan benar2 ditutup...
Lalu...
Subscribe to:
Posts (Atom)



